Tips Mudik Khusus Untuk Mahasiswa Rantau

Tulisan ini lahir secara tidak sengaja karena mengingat masa lalu saya yang pernah menuntut ilmu di bangku kuliah. Yap, saya pernah juga menjadi mahasiswa. Saya yang asli “Biak Belitong” pernah menuntut ilmu di Kota Pelajar, Yogyakarta. Waktu itu saya 4 tahun berkelana di Kota Gudeg tersebut dan berkuliah di salah satu universitas Negeri yang ada di kota tersebut.

Jika mengingat saat ini adalah bulan Ramadahan, bagi kita yang mahasiswa perantauan, tentu ingin mudik dan berlebaran dengan sanak family di kampong halaman. Namun ada perjalanan panjang yang akan kita hadapi saat sebelum mencapai rumah di kampung halaman. Apapaun jenis perjalanan yang dipergunakan, entah itu jasa travel, kereta api bahkan pesawat terbang sekalipun.

Tips ini muncul saat mengingat beberapa saat sebelum saya pulang mudik ke Belitung. Masih dalam Susana kelas belajar mengajar, waktu itu (tahun 2002 silam) saat sedang mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris, dosen saya menanyakan kepada kami semua siapa yang akan mudik jauh. Yah, sontak teman-teman sekelas menoleh kearah saya (memang waktu itu dikelas kebanyakan para mahasiswanya adalah produk asli Provinsi DIY, yang dari luar daerahnya hanya beberapa gelintir saja, termasuklah saya). Dan sang dosen pun langsung menanyakan asal kampong halaman saya: Kata beliau saat itu “Where do you come from?” saya menjawab” From Tanjungpandan, Belitung Island, sir!” beliau melanjutkan: “Okay, no problem. But I have some tips for you”. Kemudian beliau menyarankan kepada saya – khususnya – dan kepada seluruh anak didik dikelasnya – umumnya – beliau mengatakan yang isinya kurang lebih “bahwa jika memang hendak melakukan mudik pulang ke kampong halaman, hendaklah kita nantinya saat dalam perjalanan membuka buku bahasa inggris, atau belilah Koran yang berbahasa Inggris, guna baca-baca saja untuk melenturkan lidah dan menambah wawasan informasi yang disajikan dalam bahasa Inggris. Karena saya pasti melewati Jakarta terlebih dahulu, maka sebelum memutuskan naik kapal laut, belilah beberapa Koran yang berbahasa Inggris untuk bisa dibaca saat perjalanan mudik.

Kenapa pak dosen tersebut menyuruh saya membeli Koran berbahasa Inggris, bukan Koran atau majalah berbahasa Indonesia? Sebenarnya ini dikembalikan kepada saya. Namun karena saat itu beliau sebagai dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris, maka saran yang wajar oleh beliau adalah segala hal tentang Bahasa Inggris saja.

Hal diatas memang sangat berguna sekali, terutama untuk mendorong semangat saya untuk mempelajari bahasa Inggris terus menerus dan dan secara update meskipun tidak pada kelas.
Garis besar tips diatas adalah memang penekanan kepada saya untuk memperdalam pemahaman Bahasa Inggris saya dalam perjalanan mudik, tapi ini juga bersifat fleksibel. Kita bisa “Extended” disini. Tinggal disesuaikan saja. Lebih baik juga kita membaca hal-hal lain disamping Bahasa Inggris, bukan?

Saya pikir, saat didalam kelas, kebanyakan para dosen tidak peduli – apalagi memberikan tips mudik – apakah kita mau mudik atau tidak, apakah kita disarankan membaca mata kuliah atau tidak saat perjalanan mudik dan memang ada beberapa dosen yang seperti itu. Namun pengalaman saya ada juga yang dosen yang memberikan tips mudik untuk update kemampuan. Dosen yang saya ceritakan diatas adalah salah contoh dosen yang peduli tentang anak didiknya.

Sedikit banyaknya saya mengikuti apa yang disarankan oleh dosen saya tersebut, dan alangkah bijaknya juga jika kalian mengikuti saran sebagaimana yang disebutkan diatas. Hasilnya bukan untuk orang lain, tapi untuk perkembangan otak kita sendiri. Jadi saya ucapkan selamat menerapkan!

Dan yang terakhir, saya ingin bertanya kepada kalian: Apakah dosen kalian memberikan tips serupa seperti yang saya paparkan diatas?

-------------------------------------------------------------------------------------



0 comments :

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs