Misteri Perasaan Manusia

PERASAAN. Kita semua mengetahuinya – bahkan kita yakin – bahwa setiap orang pasti memiliki perasaan. Akan tetapi apa dan bagimana perasaan itu tidak kita ketahui, yang bisa kita lakukan adalah hanya bisa mengamati dan mempelajari adalah pernyataan tentang perasaan tersebut. Itulah perasaan yang memiliki kapasitas sebagai misteri. Perasaan ada dalam jiwa setiap orang tak terkecuali mereka yang mengklaim dirinya seorang blogger. Dalam psikologi, perasaan sering diartikan untuk pengalaman subjektif sadar mengenai emosi. 

Segala hal yang terjadi dalam jiwa itu adalah pernyataan-pernyataan dari jiwa saja dimana perasaan adalah salah satu bagian melekat dan tidak terpisahkan dari jiwa tersebut, pernyataan diatas para ahli jiwa sepakat untuk dinamakan gejala psikis atau gejala jiwa.

Namun apa yang akan saya sampaikan dalam postingan kali ini adalah mengenai perasaan yang ada dalam jiwa manusia, terutama untuk memenuhi keinginan teman yang berkomentar yaitu Bro Depalpiss pada postingan saya yang berjudul About Brain – Otak Manusia saat itu dia menulis komentar agar saya membuat/ menjelaskan juga tentang perasaan serta intelegensia yang konon katanya lebih misterius daripada misteri otak manusia.

Baiklah, disini saya akan mencoba untuk mengulas segala sesuatu tentang perasaan, sedangkan intelegensia mungkin akan saya postingkan juga pada kesempatan yang akan datang apabila saya telah memiliki data-data sehingga pas untuk publish. Namun perlu diketahui bahwa saya ini bukanlah seorang ahli ilmu jiwa atau seseorang sarjana psikologi. Apa yang akan saya sampaikan disini merupakan penjabaran “cara saya sendiri” berdasarkan data-data yang saya kumpulkan yaitu yang bersumberkan pola pemikiran para ahli ilmu jiwa atau psikolog. Oleh karena itu, jika ada diantara anda semua yang membaca postingan ini berlatarbelakang pendidikan psikologi atau ilmu jiwa, diharapkan argumennya!

Baiklah, saya akan mulai…

Apa itu perasaan? Perasaan menyatakan sesuatu tentang keadaan jiwa seseorang. Kenampakan keadaan jiwa itu dapat digolongkan dalam dua golongan besar, yaitu: rasa suka dan rasa tidak suka. (bukannya dasar kata perasaan adalah rasa? Iya, khan?) Anda sedikit banyaknya bisa mendeskripsikan apa yang dimaksud rasa suka dan rasa tidak suka! Jika demikian, dapatlah dikatakan bahwa perasaan itu menyatakan sesuatu tentang keadaan jiwa manusia. Perasaan itu juga dihayati secara suka ataupun secara tidak suka.

Beberapa cirri yang juga dinyatakan sebagai fakta dari perasaan

Pertama, perasaan tidak mungkin dapat berdiri dengan sendirinya. perasaan selalu bekaitan dengan gejala-gejala jiwa yang lain seperti: mengamati sesuatu (objek), memikirkan sesuatu, teringat akan sesuatu serta berfantasi (berhayal) tentang sesuatu. Kedua, bahwasanya perasaan itu selamanya bersifat perseorangan (individual). Saya analogikan seperti ini: Anda pernah menonton pertandingan sepak bola seperti Liga Champion? Saat para pemain sepak bola tersebut memasuki gelanggang, para penonton bersorak karena gembira. Terus saat pertandingan telah berjalan, terciptalah sebuah gol. Para penonton kembali bergembira. Akan tetapi tidak semua penonton itu bergembira, pasti ada yang sedih, yaitu mereka yang mendukung kesebelasan lawan. Dengan demikian, nyata sekali bahwa bila dua orang melihat suatu hal, tidak selamanya perasaan yang ditimbulkan oleh hal itu sama pada kedua orang tersebut. Dengan kata lain jelas sekali bahwa perasaan itu bersifat perseorangan.

Penyelidikan Tentang Perasaan

Keadaan jiwa manusia kadang-kadang menyatakan diri pada tingkah lakunya. Misalnya bersorak-sorak, raut roman pada wajah dsb. Para ahli saat menyelidiki tentang perasaan menggunakan metode ekstropeksi, namun ada kelemahan pada metode ini. Metode ini seringkali tidak berlaku untuk orang dewasa. Hal ini dikarenakan bahwa orang dewasa kebanyakan mampu menguasai diri. Metode lain yang sering dipergunakan oleh para ahli adalah metode introspeksi, meskipun kadang-kadang juga walau menggunakan metode ini akan banyak sekali mengalami kesukaran.

Selain dua metode diatas, kalangan ahli juga menggunakan pendekatan Fenomenologi, yang merupakan studi dalam bidang filsafat. Pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Jerman, Johann Heinrich Lambert (1728 - 1777) Dalam bukunya Neues Organon (1764), dimana kajiannya adalah manusia sebagai fenomena serta pendekatan heterofenomenologi, dari pemikiran Dennett sebelum ia sampai pada pendapat bahwa dibutuhkan metode baru yang ia namakan "heterofenomenologi" untuk memahami kesadaran. Baik pendekatan Fenomenologi dan pendekatan Heterofenomenologi, keduanya dipergunakan sebagai pendekatan filosofikal yang menyediakan dasar untuk pengetahuan mengenai perasaan.

Seorang psikolog, Alfred Adler (1870-1937), telah menunjukkan perhatian kita kepada perasaan-perasaan yang disebut perasaan harga diri. Beliau ini adalah seorang ahli dalam perasaan minder. Seperti diketahui oleh anda juga, banyak orang yang memiliki rasa (perasaan) percaya diri yang tinggi (istilah gaulnya adalah Pe-De), namun banyak juga orang yang memiliki perasaan minder, percaya bahwa dia tidak memiliki kemampuan apa-apa, sebenarnya justru tidak demikian. Berdasarkan perasaan minder tersebut, Adler telah menyusun suatu ilmu jiwa dan ilmu mendidik yang bisa dikatakan lengkap.

Perasaan juga tidak lepas dari suasana hati (atau mood). Jika mendengar berita baik, suasana hati anda pasti akan terasa baik juga, bukan? Contoh, blog anda terintegrasi dengan AdSense dari Google yang banyak diidamkan oleh kalangan blogger itu. Sebulan atau dua bulan kemudian anda memeriksa akun adsense anda, tidak tahunya anda telah mendapatkan informasi dari google bahwa berdasarkan kuota limit saldo yang anda tetapkan, anda telah mendapatkan dolar dan tinggal menunggu pemberitahuan selanjutnya dari google mengenai pengiriman cek kerumah anda. Nah, apa reaksi anda jika sebentar lagi anda akan mendapatkan dolar dari blog kesayangan anda? Kali ini anda harus sependapat dengan saya bahwa berita itu adalah berita baik, dengan demikian suasana hati anda juga akan menjadi baik atau bahkan lebih baik lagi, bukan? Hehe.

Peka

Ada orang yang sangat peka dalam merasa, orang yang perasa. Kalau mendengar berita baik, seketika itu juga seluruh hatinya langsung diselimuti awan suka cita. Akan tetapi apabila setelah itu mendengar berita yang kurang menyenangkan (bad news), maka orang tersebut langsung terjatuh dalam lembah duka cita. Orang yang demikian itu sangat mudah terpengaruh oleh perasaan. Kebalikannya, justru ada juga orang yang tidak peka dalam merasa atau disebut tidak mudah perasa. Hal ini hampir tidak Nampak pada orang tipe seperti ini, apakah dia sedang dalam awan suka cita atau masih dalam lembah duka cita. Hal inilah juga sebenarnya yang masih menjadi misteri dalam hal perasaan yang masih belum bisa diungkap.

Saya pikir demikianlah ulasan dari saya tentang perasaan, dan tidak mungkin bagi saya untuk mengulas apa yang namanya perasaan tersebut apalagi mengungkap total tentang perasaan. Saya juga kembali berpikir, diluar sana pasti banyak para ahli yang sedang riset dalam penelitian perasaan, dengan kata lain, masih banyak lagi yang mesti diungkap dan dijelaskan kepada public tentang apa yang kita bahas sekarang ini, yaitu perasaan!

Perasaan itu sangat penting artinya bagi manusia. Perasaan itu diibaratkan seolah-olah motor bagi perbuatan-perbuatannya. Misalnya, anda masih ingat tentang cerita perjuangan dalam merebut kemerdekaan Indonesia? Bahwa perasaan keadilan dan perasaan ingin bebas jugalah akhirnya kita (warga NKRI) memperoleh tenaga untuk memperjuangkan kemerdekaan kita. Alhasil, 17 Agustus 1945 adalah kumandang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia!

Sekarang pun anda yang memiliki sebuah atau beberapa buah blog, saya pikir memiliki perasaan (motivasi) agar blognya sukses dan mendapatkan respon serta hal-hal postif lainnya. Ada rasa senang saat blog anda dikomentari oleh orang lain yang menyatakan pujian terhadap artikel yang anda buat, ada perasaan senang jika adsense atau link referral afiliasi anda menghasilkan uang. Semua itu adalah perasaan!!

Dalam kehidupan sehari-hari pun dalam situasi yang sekecil apapun, perasaan pulalah yang mendorong anda untuk berbuat dan bertindak. Dan ingatlah kembali kalimat awal pada paragraph pertama diatas: “Perasaan. Kita semua mengetahuinya – bahkan kita yakin – bahwa setiap orang pasti memiliki perasaan. Akan tetapi apa dan bagimana perasaan itu tidak kita ketahui, yang bisa kita lakukan adalah hanya bisa mengamati dan mempelajari adalah pernyataan tentang perasaan tersebut. Itulah perasaan yang memiliki kapasitas sebagai misteri”.

Nah, apa perasaan anda setelah membaca postingan ini? Atau, bagaimana perasaan anda sekarang ini?

Resume by Kodzan dari Berbagai Sumber
Photos dari Wikipedia dan britannica.com

-------------------------------------------------------------------------------------



5 comments :

Salon Oyah Saturday, May 29, 2010 at 11:37:00 PM GMT+7  

Memang benar adanya, bhw perasaan itu misterius... apalagi perasaan yg bersangkutan dgn cinta, lbh rumit lgi klo dijabarkan dgn logika... kdg2 qta melihat ad pasangan spt ini, yg perempuan cantiknya minta ampun, sementara yg lakinya gak ada gantengnya sama sekali... wehehe... yg jadi pertanyaan, koq mau yaaa cewe itu sama cowo kayak gitu... itulah bagian dr perasaan... uuuppsss, komentarnya kepanjangan neehh.. okelah klo begitu, jgn lupa mampir ke blog aq yaaa... sekalian follow >> http://salonoyah.blogspot.com

Anonymous Sunday, May 30, 2010 at 11:49:00 AM GMT+7  

Perasaan ya?
mungkin inilah salah satu dari sekian bnyak misteri yang tidak akan terpercahkan hingga akhir dunia.... mungkin!

Dasril Iteza Monday, May 31, 2010 at 11:35:00 PM GMT+7  

Dear Salon Onyah...

iya emg bener, ada sebuah lagu "dalamnya laut masih bisa ditebak, namun dalamnya hati tak bisa ditebak".. perasaan emang sukar untuk dijabarkan...

Dear Anonym: Yah mungkin saja,

depalpiss Tuesday, June 1, 2010 at 4:18:00 AM GMT+7  

hmmm!, Tulisan Yang menarik! terimakasih sobat komentar saya tempo hari, bisa membuat sobat terpacu! saya amat berterima kasih.

Memang ada hal yang tdk bisa di jelaskan lewat perasaan, dalam kata amat sangat terbatas. Pernah kah Anda atau kita coba mewartakan perasaan yg terdalam dgn kata, apa yang terjadi sebuah "geep" pengertian, artinya kata2 terkadang tidak dapat mewakili perasaan. Dia ada di dalam di lindungi oleh sebuah misteri.

Dan soal Intelegensia, saya pernah membaca namun agak memiliki arti yang berbeda dg! pengertian pada umumya yang mengartikan Inteleginsia adalah, kepintaran dari pikiran, tapi lebih dari itu Intelegensia adalah di tengah dari ke dua misteri pikiran dan perasaan. Intelengensia adalah sebuah sikap mental yang di miliki oleh kebanyakan tokoh seperti Nabi, avatar, masiah.

Intelensia itu sepeti bunga "mawar", ia harum namun ia tidak arogan dan menyombongkan kearogannya. Tapi toh, orang akan mengakui kalau "bunga Mawar" itu tetap wangi... (terpaksa saya harus memakai pereumpamaan), seperti yang saya bilang kata sanagat ternatas untuk mengungkapkan hal yng misteri..

well Makasih sobat salam ceria...

Dasril Iteza Tuesday, June 1, 2010 at 8:05:00 AM GMT+7  

Dear Bro depalpiss...

terimakasih atas koment-nya,.... saya melihat dalam komentar anda diatas sedikit banyaknya ada beberapa point yang nantinya akan saya buat untuk melengkapi "kesempurnaan" postingan saya yang berikutnya lagi yakni tentang INTELEGENSIA, ya saya memang sedang mempersipkan artikel tentang intelegensia,

memang tidak bisa dipungkiri juga memang ada perasaan dalam jiwa manusia yang tidak bisa diungkapkan dengan kata2, jika demikian itu adalah khazanah dari ruang lingkup yang menyelimuti misteri perasaan manusia..
dan trimakasih atas idenya...

salam ceria juga dan happy blogging

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Most Commented

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *