Arsip Sebagai Memori Kolektif Bangsa

Collective memory is a term used to describe the recollections that are shared in common by a group of people. Communities inherently go through a selective and subjective process of recounting past experiences to help shape their collective identity. This is true for all types of communities whether these are families, peer groups, neighbourhood associations, social clubs, online gaming communities, religious organizations, ethnic groups and nation states.

Kalimat berbahasa inggris diatas jika diterjemahkan secara bebas kedalama bahasa Indonesia (versi saya) adalah memori kolektif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ingatan yang dibagi bersama oleh sekelompok orang. Masyarakat secara inheren melalui proses selektif dan proses subjektif menceritakan pengalaman masa lalu untuk membantu membentuk identitas kolektif mereka. Hal ini berlaku untuk semua jenis masyarakat apakah ini adalah keluarga, kelompok sebaya, lingkungan asosiasi, klub sosial, komunitas game online, organisasi keagamaan, kelompok etnis dan bangsa.

Salah satu fungsi arsip adalah sebagai memori kolektif bangsa. Diperluas lagi dari yang ditulis diatas adalah untuk menjadikannnya kedalam proses subjektif yang menceritakan pengalaman masa lalu suatu bangsa yang berguna untuk membantu identitas kolektif suatu bangsa. Arsip merupakan memori kolektif bangsa, karena melalui arsip dapat tergambar perjalanan sejarah bangsa dari masa ke masa. Memori kolektif tersebut adalah juga identitas dan harkat sebuah bangsa. Diperlukan kesadaran akademis yang dilandasi oleh beban moral untuk menyelamatkan arsip sebagai bukti pertanggungjawaban nasional sekaligus sebagai warisan budaya bangsa, dapat menghindari hilangnya informasi sejarah perjalanan sebuah bangsa serta harkat sebagai bangsa yang berbudaya.

Hal diatas tertuang [terekam] semuanya dalam arsip, dengan arsip-arsip tersebut, perjalanan [sejarah] suatu bangsa bisa ditelusuri dan kemudian diketahui. Lewat badan kearsipan nasional, arsip-arsip tersebut disimpan, dirawat, dijaga dan dipelihara dari segala hal yang bisa merusak dan bahkan yang bisa membuat hilang baik fisik maupun informasi. Jika arsip tersedia dan dikoordinir oleh suatu lembaga Negara maka akan mudah bagi masyarakat luas untuk mendapatkan akses terhadap arsip, dan tentunya akan diketahui nasib serta perjalanan bangsa dari waktu ke waktunya.

Sejarah perjalan bangsa jadi tidak berfungsi jika tidak ada ingatan yang diwujudkan dalam bentuk arsip yang memungkinkan kesinambungan dan konsistensi dalam kehidupan berbangsa serta tidak akan pernah ada memori kolektif bangsa jika arsip tidak ada.

-------------------------------------------------------------------------------------



0 comments :

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs