Papan Karnaedis dan Buah Simalakama

Dasril Iteza - Cerita Papan Karnaedis (Plank of Carneades). Adalah sebentuk cerita yang mengkisahkan kapal yang tenggelem, lalu papan-papan kayu yang jadi muatan kapal itu bertebaran di lautan. Orang-orang pun saling berebutan satu sama lainnya untuk berpegangan di papan-papan kayu tersebut demi menyelamatkan diri masing-masing.

Ceritanya dimulai dari sini, saat seseorang yang telah berpegangan pada sekeping papan dan papan tersebut tidak bisa menampung dua orang atau lebih. Jadi hanya untuk satu orang. Tiba-tiba saja ada orang lain yang mendekat dan berpegangan pada papan tersebut. Seperti yang telah disebutkan diatas, kalau hanya untuk satu orang papan tersebut masih bisa menampung orang, namun sekarang orangnya menjadi dua. Jika hal tersebut dilanjutkan maka kedua-duanya akan tenggelam dilautan dan mati. Andaikan orang yang pertama tadi menepis tangan orang yang kedua, maka bisa dipastikan orang yang kedua tadi akan mati.

Sekarang coba anda bayankan saja seandainya anda yang sedang berpegangan di salah satu papan kayu. Papan itu kecil, dan tidak mungkin menahan beban untuk dua orang. Lalu sendainya ada orang yang berenang-renang ke tempat anda, mau ikut berpegangan. Anda menyadari bahwa papan itu tidak cukup untuk dua orang. Apa yang akan jadi pilihan anda? Membiarkan orang itu mati? Atau mengizinkan orang tersebut ikut berpegangan di papan, tapi kemudian anda berdua yang mati? Atau pilihan terakhir, anda yang berkorban?

Cerita diatas adalah sebuah kisah dari Yunani kuno. Dua orang korban kecelakaan kapal berpegangan pada sekeping pecahan kapal yang sama. Mereka berdua terancam tenggelam karena papan itu tidak cukup besar untuk menjadi alat keselamatan mereka. Sebuah pilihan sulit seperti yang telah dituturkan diatas. Bait jawabannya adalah hanya ada AKU atau KAU atau KITA atau TIDAK KEDUANYA!!
 
Papan Karnaedis v Buah Simalakama

Itu cerita dari negeri Yunani. Menuju ke Indonesia, kita memiliki peribahasa yang hampir mirip-mirip dengan cerita papan karnaedis diatas, yaitu Buah Simalakama! Anda juga pernah mendengarnya, bukan? Ya, sebuah “Buah ajaib" yang konon katanya kalau dimakan akan membuat kita kehilangan ibu. Namun kalau tidak memakannya justru akan membuat kehilangan bapak!

Namun ada beberapa perbedaan menurut saya antara Papan Karnaedis dengan Buah Simalakama. Pada papan karnaedis, jika kita bersikap “kejam” terhadap orang yang satunya lagi maka kita (mungkin) akan selamat dengan bergelayut pada papan tersebut. Pilihan sulit yang benar-benar menggugah manusiawi diri kita. Tapi setidaknya anda masih ada pilihan untuk hidup lebih lama lagi jika anda memilih sikap “kejam” tadi.

Akan tetapi pada cerita buah simalakama, anda benar-benar tidak memiliki pilihan yang bisa membuat anda “untung”, artinya makan atau tidak makan buah tersebut, yang pasti ibu bapak kita “mati”!

Dalam dunia ini, dalam hidup ini banyak sekali pilihan. Terkadang pilihan tersebut membuat kita akan banyak sekali kehilangan segala-galanya. Kalau dikembalikan pada pertanyaan diatas, apa yang akan kita lakukan saat dihadapkan pada pilihan sulit diatas? Apa yang sebenarnya mesti kita lakukan saat tidak memiliki pilihan lain seperti yang dituturkan dalam kisah simalakama?

-------------------------------------------------------------------------------------



3 comments :

abdullah fahma Thursday, May 27, 2010 at 12:29:00 PM GMT+7  

i like it :)

Anonymous Sunday, May 30, 2010 at 12:00:00 PM GMT+7  

bnr2 pilihan sulit, pa lg pd kasus simalakam...
nice post!

Dasril Iteza Sunday, October 23, 2016 at 5:54:00 PM GMT+7  

semua pilihan ada konsekuensinya

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs