Fenomena Halo dan Chemtrail di Langit Belitung


Masyarakat Belitung sontak terkejut melihat matahari yang dikelilingi pemandangan visualisasi seperti cincin. Untuk bahasa resminya, kejadian ini, dunia sepakat dengan menyebutnya sebagai HaloFenomena Halo! Bagi beberapa kalangan di masyarakat Belitung, fenomena Halo ini disebut juga dengan istilah “Matahari Berpayung”. Ini berlaku juga dengan istilah “Bulan Berpayung” apabila fenomena halo ini ada pada Bulan. Ini terjadi pada hari ini (Selasa 12 Oktober 2010). Dimulai sekitar jam 10.30 dan menghilang sekitar jam 13.00 wib! Beruntung sekali, saya mengabadikan momen fenomenal ini dengan beberapa photo dan video dengan menggunakan ponsel saya.

Apa itu Halo? Penjelasan ilmiah tentang Halo sebagaimana yang dikutip dari wikipedia merupakan sebentuk fenomena optikal berupa lingkaran cahaya di sekitar Matahari dan Bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus yang dingin yang berada 5–10 km diatas troposfer. Bentuk dan lokasi kristal es menentukan tipe halo apa yang akan terlihat. Cahaya yang dipantulkan pada kristal es dapat terpecah menjadi lebih dari satu warna, sama seperti pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini hanya dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Perhatikan pernyataan Wikipedia berikut: “Kejadian ini hanya dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya”. Namun bagaimana mungkin, saat fenomena Halo terjadi di langit Belitung, saat itu cuaca sedang panas. Nampaknya ini adalah bagian dari misteri halo! Memang, beberapa waktu belakangan ini Belitung memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi, dan “kebetulan” saja hari ini cuaca di Belitung cukup panas.

Khusus buat saya, ini sangat sensasional dan emosional sekali, karena selain untuk pertamakalinya melihat apa yang dinamakan Halo dengan mata kepala sendiri, terasa emosional karena visualisasi halo seolah seperi “mata” sesuatu yang seolah-olah sedang mengawasi bumi yang berada dibawahnya serta seperti seoloah terowongan lingkaran yang siap hendak menyedot kita semua untuk berpindah ke dimensi lain!


Sun Halo atau fenomena Halo yang saya captured sendiri dengan kamera hape di langit Kota Manggar, Kabupaten Belitung Timur - Indonesia, 12 Oktober 2010 pada sekitar 11.00 siang.

Jika diamati baik-baik video rekaman saya diatas, akan tampak sekali ada jalur awan atau jejak awan yang bagi kalangan teori konspirasi menyebutnya chemtrail. Biasanya, fenomena halo dan chemtrail ini terjadi secara terpisah, namun entah mengapa khusus hari ini kita semua bisa menyaksikan chemtrail yang berdekatan dengan cincin halo matahari.

Perlu diketahui, chemtrail ini sangat popular dikalangan penganut teori konspirasi, karena ada beberapa yang menduga bahwa chemtrail ini bukanlah fenomena bentukan alam, akan tetapi ulah manusia (AS dengan HAARP-nya) yang ingin mengurangi populasi penduduk dunia. (coba baca diskusi di  kaskus atau blog misteri enigma)

By the way, apapun anggapan orang diluar sana dengan segudang misterinya, menyaksikan fenomena halo bersamaan dengan chemtrail adalah jelas merupakan sebuah pemandangan yang super langka!

-------------------------------------------------------------------------------------



0 comments :

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs