Sejenak Menikmati Monas (Monumen Nasional) Jakarta

Bangunan Monumen Nasional atau yang populer juga dengan sebutan Tugu Monas adalah monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
 

Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang berkobar menyala dari rakyat Indonesia. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Tanggal 22 Februari kemarin, kami sempat mengunjungi Monas tersebut dan mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan. Mister Bule pun sempat saya “seret” untuk membuat beberapa foto!


Masuk melewati terowongan, melewati Museum Sejarah Nasional Indonesia dan berjalan beberapa menit, akhirnya kami pun sampai pada sebuah monumen perjuangan setinggi 132 meter atau setara sekitar 433 kaki.


Pemandangan dari empat penjuru sudut Monas sangat indah untuk dinikmati, dimana salah satu pojokkannya tampak jelas terlihat kubah Masjid Istiqlal.


Pada salah satu halamannya terdapat relief timbul, tampak sekali relief dari Mahapatih Gajah Mada yang perkasa tampak gagah dengan kerir diacung kedepan, tidak ketinggalan kami pun sedikit narsis untuk berfoto disamping Mahapatih Gajah Mada ini.


Sayangnya, lift untuk naik keatas sedang dalam masalah, sehingga waktu itu kami tidak sempat untuk naik lebih tenggi dan mengeksplorasi setiap sudut Kota Jakarta dari Monumen Nasional ini.


Sekitar jam 5 sore, kami beranjak dari dari Tugu Monumen Nasional tersebut untuk kembali pulang.

Satu hal yang tidak akan pernah kami lupakan sekaligus menjadi pelajaran bagi kami, adalah hendaknya membawa bekal minuman dari rumah, karena ketika ipar saya membeli meinuman air kemasan, beberapa saat setelah minum, perutnya langgsung mual-mual. Selidik punya selidik, air minum kemasan tersebut nampak jelas sekali ada bekas tusukan seperti jarum suntik. Saya berani menduga, kemungkinan air dalam kemasan botol tersebut telah disedot habis dan diganti dengan air antah berantah, yang memeberikan efek mual-mual kepada ipar saya.

Meski demikian, ini tidak akan mengurangi saya dan mungkin juga siapa pun untuk mengunjungi monas, karena edukasi sejarah sungguh luar biasa, serta pemandangan Kota Jakarta dari sini sungguh indah dan memanjakan mata. Monas, Monumen Nasional, Tugu Monas Jakarta, see you next time.....

© 2014 – Dasril Iteza

-------------------------------------------------------------------------------------



0 comments :

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs