Tidak Perlu Menjadi Nomor Satu di Google

Ditengah gencar-gencarnya kalangan webmaster maupun blogger berlomba-lomba untuk menjadi nomor satu di Google, saya justru membuat tulisan yang berlawanan dengan apa yang dilakukan oleh para webmaster ataupun blogger tersebut, yaitu: “Tidak Perlu Menjadi Nomor Satu di Google”. Banyak pihak (dalam hal ini webmaster maupun blogger), beranggapan bahwa dengan menjadi nomor satu di Google, akan membuka peluang website atau blognya untuk ramai dikunjungi. Tidak cuma itu, dengan menjadi nomor satu di Google, akan menyinggung masalah prestise, gengsi atau kehormatan. 

Saya sebenarnya setuju dengan itu semua, namun terkait dengan judul yang saya tulis diatas, saya memiliki sedikit pendapat yang mudah-mudahan setelah anda semua membaca tulisan ini sampai tuntas, akan memberikan pemahaman tersendiri bagi anda semua.

Yang pertama, Google adalah rajanya mesin pencari, karena mayoritas dunia kebanyakan menggunakan Google untuk mencari rujukan informasi yang relevan ditengah miliaran informasi yang bertebaran diinternet. (disini saya tidak akan menyinggung Bing, Yahoo atau situs mesin pencari lainnya). Jadi saya pikir relevan dengan judul diatas, bukan? 

Yang Kedua, anggapan bahwa dengan menjadi nomor satu di Google, akan membuka kesempatan untuk sebuah website atau blog menjadi ramai dikunjungi karena relevansi konten yang berada dalam website atau blog tersebut. Sebenarnya, ini bisa benar akan tetapi bisa saja kurang benar. Mengapa? Apakah memang anda semua akan mendapatkan informasi yang relevan pada website atau blog yang bertengger pada peringkat satu di Google? Jawabannya bisa saja tidak. Lalu saya sedikit berpikir, terkadang justru informasi yang benar-benar relevan itu justru muncul dari website atau blog yang berada pada urutan dibawahnya (urutan 2 sampai 10, karena ada sepuluh halaman yang ditampilkan oleh google pada tiap halamannya), atau bisa jadi informasi relevan yang benar-benar anda butuhkan justru mucul dari website atau blog yang berada pada halaman kedua atau bisa saja muncul di halaman ketiga atau keempat. Saya yakin anda pernah mengalaminya, bukan?

Yang ketiga, Google mengangkat sebuah website atau blog ke urutan pertama hanyalah berdasarkan relevansi kata kunci (keywords) - dan hal ini dilakukan secara otomatis oleh software yang (kalau tidak salah) bernama crawler, spider dan lain sebagainya - namun bukan pada isi alias konten. Jadi yang menentukan relevan atau tidaknya adalah kita semua ini yang membutuhkan informasi tersebut. Terkadang, kita sering menemukan bahwa informasi yang kita dapatkan pada website atau blog yang bertengger di posisi pertama justru kurang memuaskan atau bisa jadi bukan pada informasi yang kita butuhkan meskipun kata kunci atau keywords yang kita masukkan merujuk pada website atau blog yang dianggap Google sebagai rujukan pertama yang paling relevan. Kadang-kadang juga, kita bahkan sedikitpun tidak melirik website atau blog yang berada pada posisi nomor satu di halaman pertama pada hasil pencarian Google (SERP’s), yang kita buka justru website atau blog yang bertengger pada posisi dibawahnya (entah itu yang diurutan kedua atau ketiga atau bahkan seterusnya).

Jika kita bermaian-main dengan SEO (Optimaliasasi Mensin Pencari), yang lebih masuk akal adalah dengan membuat relevan pada semua artikel pada konten blog kita, meskipun pada akhirnya website atau blog kita berada pada ututan kedua atau sepuluh sekalipun, namun isinya justru relevan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para pencarai informasi di Google, justru inilah menurut hemat saya yang lebih prestise, yang lebih bergengsi. Bukankah percuma menjadi nomor satu di Google kalau konten-nya kurang relevan atau bahkan bukan pada informasi yang kita butuhkan. Mungkin saja orang-orang akan membuka website atau blog yang dirujuk oleh Google di posisi pertama tersebut akan dibuka oleh orang, akan tetapi orang akan segera keluar dari website atau blog tersebut karena informasi yang terkandung didalamnya “kurang garang”, “kurang greget”, “kurang atau tidak relevan” atau pokoknya banyak kurangnya!

Jadi jika mencermati apa-apa yang telah dipaparkan diatas, saya pikir tidaklah perlu kalau kita ngotot untuk menjadi yang nomor satu (karena kalau semua sudah jadi nomor satu, siapa yang akan menjadi yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya? – hehehhehe). Namun jangan pula hal ini justru membuat blog atau website kita tidak terindek oleh Google, ini lebih salah kaprah lagi.

Kita juga mesti bersyukur, banyak juga pencari informasi di Google yang mensurvey hingga ke halaman ke-3 atau hingga halaman ke-5, jika website kita bertengger pada halaman 6 dan seterusnya, kita memang tidak akan mendapat apa-apa dari sana. Yang realistis buat kita semua adalah agar bisa masuk pada indeks Google pada halaman hasil tiga besar. Dari sini, kita serahkan pada para pencari informasi Google yang mengkaji relevan tidaknya konten website atau blog kita.

Bagaimana dengan anda semua, apakah masih ngotot untuk menjadi nomor satu di Google?

-------------------------------------------------------------------------------------



2 comments :

Ardiawan.com Tuesday, September 21, 2010 at 12:01:00 PM GMT+7  

setuju gan, yg penting relevansinya

kodzan Thursday, October 7, 2010 at 9:35:00 PM GMT+7  

memang ideal gan kalo nomor satu sekaligus relevan

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs