Sistim Sosial-Budaya

Pada kesempatan ini saya akan melanjutkan tulisan beberapa waktu yang lalu dalam label antropologi, tepatnya tentang antropologi dan perkembangannya. Maka inilah waktu yang tepat untuk melanjutkan posting tentang Sistem Sosial Budaya. Sistim Sosial Budaya. Apakah sebenarnya sistem sosial budaya itu? Para ahli dalam bidang ini mengemukakan bahwa yang dimaksud sistim sosial budaya ini adalah suatu kesatuan dimana terjadi proses penyesuaian diantara unsur-unsur budaya yang saling berbeda sehingga tercapai keserasian fungsi.

Sistim ini memiliki unsur yang oleh para ahli hingga tulisan ini saya buat “hanya” memiliki 7 (Tujuh) Unsur Sistem Sosial Budaya. Ketujuh unsur ini disebut juga Culural Universal. Kenapa universal? Hal ini dikarenakan bahwa unsur budaya ini ada pada semua masyarakat dunia ini dimanapun dan kapan pun. Dan unsur-unsur tersebut adalah :

Unsur pertama, Sistim Kepercayaan. Unsur ini diawali oleh keyakinan yang berdasarkan emosi suatu manusia. Dalam unsur ini telah terjadi perdebatan antar para ahli. Edward B. Taylor, misalnya, kepercayaan manusia berwal dari Teori Animisme, yaitu kepercayaan kepada roh nenek moyang. Kemudian pengemangannya adalah dari animisme menuju dinamisme menuju poluteisme dan kemudian barulah yang terakhir monoteisme.

Hal ini berbeda dengan Teori Pra-animisme yang dikemukakan oleh R. Maret, yang menyatakan bahawa keyakinan pertama manusia bukan animisme, akan tetapi dinamisme.

Beberapa ahli lain juga mengemukakan teori yang berbeda dari kedua ahli diatas yaitu disebut sebagai Teori Tolenisme, yaitu keyakinan awal manusia bukan animisme atau dinamisme akan tetapi Tolenisme yang dianggap merupakan benda atau mahluk hidup lain yang merupakan asal manusia. Misalnya Api, Kerbau dan lain sebagainya.

Unsur kedua. Kekerabatan dan Organisasi Sosial. Sistim kekerabatan merupakan unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang terikat oleh pertalian darah atau perkawinan. Sedangkan organisasi sosial bisa dijabarkan dengan dua cara yaitu jika secara modern diartikan keseluruhan sistem sosial yang bersifat langgeng/ kekal, memiliki identitas kolektif dan mempunyai peraturan-peraturan misalnya ADART. Sedangkan secara tradisional dijabarkan sebagai kesatuan sistem sosial dalam masyarakat yang diatur oleh adat istiadat.

Unsur yang ketiga. Sistim mata pencaharian. Pada masyarakat tradisional pata pencaharian antara lain : berburu, meramu, menangkap ikan, beternak, bercocoktanam dan lain sebagainya.

Unsur yang keempat. Peralatan dan Perlengkapan Hidup. Peralatan diciptakan oleh manusia yang mendesak demi keselamatan manusia dalam menghadapi alam. Pada masyarakat sederhana sistim peralatan itu antara lain adalah: alat produksi dan senjata, wadah makanan dan minuman, alat menyalakan api, pempat perlindungan.

Unsur yang kelima. Bahasa. Merupakan bagian terpenting bagi kehidupan manusia, yang berfungsi antara lain sebagai alat ekspresi, integrasi, komunikasi, adaptasi dan kontrol sosial.

Unsur yang keenam. Kesenian. Merupakan ekspresi dari hasrat manusia tentang keindahan yang dapat dilihat dan didengar oleh mata dan telinga.

Unsur yang ketujuh. Sistem pengetahuan. Pada masyarakat sederhana paling tidak memiliki pengetahuan tentang alam sekitar, flora dan fauna, zat bahan-bahan mentah, tubuh manusia dan tingkah laku manusia, ruang lingkup dan waktu.

-------------------------------------------------------------------------------------



0 comments :

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs