Sosialisasi dan Peran Media Massa

Dasril Iteza - Pada tahun 1992-an, para remaja khusnya remaja putri Indonesia pernah mengalami kekaguman terhadap sosok Demi Moore dalam film Ghost. Kekaguman itu tertuju pada model rambut sang Demi, yang akhirnya menimbulkan istilah KDM [Korban Demi Moore].

Anda juga pasti tahu dan ingat tentang Drama Asia asal Taiwan yaitu Meteor Garden yang pemerannya adalah anak muda yang menyebut dirinya F4? Pada seri Asia ini juga banyak orang Indonesia juga yang meniru model rambut salah satu anggota dari F4 tersebut. Bahkan jika anda mengamati, ada Beberapa selebritis kita yang ikutan meniru gaya rambut salah satu anggota personel F4 tersebut. Proses identifikasi yang dilakukan oleh remaja putrid tersebut tentunya tidak hanya sebatas gaya rambut, namun kemudian berlanjut kepada gaya bicara, pakaian bahkan impian memiliki pacar yang sangat setia meskipujn dia telah mati.

Ilustrasi film dan Drama Asia tersebut bermaksud memberikan gambaran Beberapa media telah berhasil mempengaruhi kognisi bahkan perilaku manusia, disamping cerita lain tentang ketidak mampuan media. Apa yang telah dilakukan oleh remaja Indonesia tersebut dalam kaitannya dengan gaya dan prilaku Demi Moore serta F4 adalah salah satu fenomena sosialisasi.

Nasution (1993) menyebutkan sosialisasi adalah suatu proses sosio-psikologis yang dijalani setiap orang dan berlangsung seumur hidup dengan mana ia menjadikan norma-norma, nilai-nilai dan pola perilaku yang dianut masyarakatnya menjadi bagian dari dirinya. Makna yang terkandung dalam definisi diatas sebenarnya adalah konsep belajar. Artinya dalam menjalani hidup, seseorang jika terkait dengan kehidupan bermasyarakat maka ia akan mengalami proses pembelajaran diri. Ia belajar tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Belajar tentang apa yang legal dan illegal dalam masyarakat, hitam putih apa yang ada dalam masyarakat. Proses inilah yang dinamakan proses sosialisasi.

Dalam tataran tertentu sosialisasi tidak hanya dipandang masyarakat baik, namun lebih mengacu kepada kepentingan atau persepsi pihak tertentu. Mempopulerkan ideologi komunis pada masyarakat oleh pemerintah Soviet (dahulu) merupakan suatu upaya sosialisasi, namun tidak semua ajaran komunis itu baik. Sama halnya ajaran demokrasi yang dikampanyekan oleh AS, sekalipun tidak ada yang mampu menjamin bahwa demokrasi adalah sister terbaik.

Proses bagaimana memberikan sesuatu yang dianggap “berarti” kepada seseorang atau masyarakat ini secara umum diwakili oleh konsep sosialisasi. Lantas bagaimana peran media massa dalam proses sosialisasi tersebut? Media massa dilihat sebagai agen sosialisasi dalam konteks masyarakat modern, artinya memang masyarakat yang sudah tersentuh oleh media massa (baik cetak maupun elektronik). Agen sosialisasi adalah institusi sosial tempat dimana orang belaja mengenal wilayah kehidupan, yang mereka sendiri tidak terlibat langsung, maksudnya disini adalah tidak terlibat langsung dalam sesuatu hal, manusia bisa mempelajari sesuatu dari pihak lain.

Institusi sosial manusia yang pertama adalah keluarga, baru kemudian berkembang seiring dengan pertambahan kuantitas interaksinya. Untuk menjawab pertanyaan diatas, kita memerlukan pemahaman mendasar tentang apa yang disebut sifat-sifat sosialisasi, bagaimana proses sosialisasi terhadap individu dan masyarakat, barulah kemudian pada bagaimana tahap-tahap studi efek komunikasi massa pada sosialisasi (Liliweri – 1991).

Dan untuk sifat-sifat sosialisasi akan saya lanjutkan pada postingan pada kesempatan yang berikutnya.

-------------------------------------------------------------------------------------



0 comments :

Post a Comment

komentar dari anda semua adalah komentar yang memiliki relevansi dengan posting artikel diatas dan saya sangat menghargai kunjungan serta komentar-komentar cerdas dari anda semua! Thanks and Happy Blogging

Dasril Iteza on G+

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page RankTop  blogs Personal Top Blogs Personal-Journals blog
eXTReMe Tracker
Blogarama - Blogging Blogs