Showing posts with label potret. Show all posts
Showing posts with label potret. Show all posts

Pesawat Mendarat Malam Hari

Blogger Belitung - Dikarenakan sesuatu dan lain hal, kala itu pesawat Sriwijaya Air tujuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng menjadi delay. Penerbangan yang seharusnya dilakukan siang hari, terpaksa malam hari.

Membuat Ikan Asin di Pulau Buku Limau Belitung Timur

Blogger Belitung - Desa Buku Limau adalah juga sebentuk pulau yang bernama sama yaitu Pulau Buku Limau. Masuk dalam Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penduduk asli Pulau Buku Limau adalah para nelayan tangguh dari Suku Bugis Sulawesi dengan cerita panjang sampai akhirnya menetap dan berketurunan di Pulau Bulu Limau ini.

Diktator – Jual Diktat Beli Motor

Dasril Iteza - Jual diktat beli motor yang familiar disingkat diktator adalah istilah yang sering kami pakai untuk menyikapi beberapa oknum guru pendidik yang mengharuskan kita membeli diktat buatannya sendiri. Para murid diwajibkan harus, sekali lagi harus membeli diktat buatannya tersebut!

Keramik Belitung hanya tinggal Kaolin Belitung

Dasril Iteza - Tanggal 22 Mei 1976 silam, Tempo pernah memuat berita tentang Keramik Belitung. Pada bagian akhir artikel terulis suatu prediksi “Bukan tidak mungkin pula suatu waktu yang tinggal hanyalah kaolin Belitung, Bukan keramik Belitung”. Predikisi ini terbukti tepat dan menjadi kenyataan sekarang ini.

Nyungkor (Nyungkur) Udang

Dasril Iteza - Nyungkur atau Nyungkor adalah pelafalan dalam Bahasa Melayu Belitong (Pulau Belitung) yang merupakan aktivitas masyarakat setempat dalam mencari/ menangkap udang secara tradisional sekali sebagai salah satu tambahan penghasilan atau tidak sedikit juga masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan Nyungkor Udang ini.

Museum Kata Andrea Hirata – Desa Lenggang, Gantung Belitung Timur

Dasril Iteza - Bertempat di Kota Gantung, Belitung Timur, persisnya dipinggir Jalan Laskar Pelangi Desa Gantung hanya beberapa jarak dari Puskesmas Gantung, berdiri rumah sederhana. Namun sepertinya bukan rumah sederhana biasa, melainkan sebuah Museum. Namun bukan pula museum konvensional yang banyak menyajikan artefak-artefak peninggalan masa lalu, peninggalan zaman perjuangan, melainkan sebentuk rumah sederhana bernama dan dinamai oleh pemiliknya, Museum Kata!

Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus (1945 -2012)

Hari ini tepat 67 tahun sudah Republik Indonesia merdeka. Suatu usia yang cukup panjang sebagai bangsa yang hidup di udara merdeka terbebas dari belenggu penjajah.

17 Agustus 1945, 67 tahun silam, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Kumandang proklamir yang dibacakan oleh Bung Karno atas nama bangsa Indonesia telah menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka.

67 tahun kemudian tepatnya hari ini 17 Agustus 2012. Adalah sama seperti 67 tahun silam. Kembali bangsa Indonesia merayakannya di bulan suci Ramadhan. Kebetulan yang sangat layak untuk disyukuri.

Indonesia memang sudah merdeka. Kataknlah begitu. Meski demikian apakah ini merupakan merdeka yang sejati? Medeka yang sesungguhnya?

Bangsa ini seperti pesakitan dengan banyaknya kasus-kasus yang menodai khidmatnya peringatan Kemerdekaan Indonesia, seperti kasus-kasus korupsi yang tidak ada ujungnya.

Meski demikian, hari 17 Agustus adalah tanggal keramat bagi bangsa Indonesia, dan kita pun wajib memperingatinya serta larut dalam khidmat yang sama seperti saat 67 tahun silam saat kata “Merdeka” diproklamirkan. Yang lain biarkanlah berjalan apa adanya sembari berdoa dan menunggu hasil agar bangsa Indonesia ini benar-benar merdeka dalam arti yang sesungguhnya.#prayforIndonesia. #potretIndonesia.

Potret Game Online

Apa yang telah saya saksikan tadi sore, sungguh sebentuk perasaan miris bahkan sampai detik ini pun rasanya saya masih belum mau memercayai apa yang telah dilihat oleh mata saya tadi sore sekitar pukul 18.30an WIB.

Karena merasa capek selama dalam perjalan mudik, saya menyempatkan diri untuk singgah di sebuah warung internet (warnet). Selain jasa browsing, warnet ini juga menyediakan jasa permaian Game Online yang kelihatannya belakangan ini marak dimainkan oleh gamers. Karena hari terbilang masih memasuki malam, awalnya warnet tersebut masih sepi, hanya ada 3 orang dengan saya, namun lama kelamaan dan perlahan namun pasti warnet tersebut mulai ramai dikunjungi dan pengunjung tersebut adalah kebanyakan anak dibawah umur, sekitar 10 tahun kebawah – demikian saya menaksir usia.

Rupanya anak-anak tersebut bermaksud untuk bermain game online favorite mereka sebagaimana yang ditawarkan oleh warnet tersebut. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar jam 18.30 WIB. Ini rasa miris saya yang pertama. Bisa kita bayangkan anak-anak urur seperti itu berkeliaran diwarnet untuk memainkan game online seolah-olah diizinkan oleh orang tuanya. Namun begitulah fakta menceritakan secara tersirat!

Karena memang saya tidak berniat lama-lama di warnet, saya memutuskan untuk menuju rumah. Saya tersentak dan sekaligus ini adalah hal miris kedua yang rasanya saya tidak mau memercayai apa yang telah dilihat oleh dua bola mata saya. Seorang anak kecil, ditemani oleh ibunya bermain game online. Tapi tunggu dulu, rupanya sang ibu bukan hendak menemani anaknya bermain game online akan tetap datang ke warnet tersebut untuk menjemput anaknya yang rupanya sudah kecanduan game online.

Rada-rada emosi dan sedikit kekerasan, sang ibu memaksa anaknya untuk pulang. Beberapa kali saya lihat tepukan lembut sang ibu ke pundak anaknya ditepis dengan kasar oleh sang anak. Sepertinya sang anak tidak suka kesenangannya diganggu, meskipun oleh ibunya sendiri! Setelah dibujuk dengan kasar dan sedikit tangan keras, sang anak ditarik pada telinganya untuk diseret keluar warnet oleh ibunya!

Inikah salah satu potret negatif Game Online buat anak-anak? Seolah-olah tidak mengenal waktu dan berani melawan apa yang dilarang oleh orang tuanya?

Bagaimana menurut kalian, terutama mungkin saja anda adalah orang tua yang kebetulan tersesat di blog ini dan kebetulan lagi membaca tulisan yang saya beri judul Game Online?

Proyek Underheard: proyek ujian untuk sosial media – sebuah proyek yang mempertemukan ayah dan anak

Sebuah proyek yang bernama Proyek Underheard yang ditengarai oleh sebuah agen iklan Bratle Bogle Hegarty di Kota Ney York, meminjamkan telepon selular (hape) untuk melakukan perbuatan baik dan dikenal.

Proyek Underheard ini meminta kepada siapa saja untuk melakukan hal apa saja, kemudian disampaikan dalam kalimat sebanyak 140 karakter, setelah itu di tweet ke twitter. Maksud dari proyek ini adalah untuk menguji kekuatan media sosial.

kami ingin menguji kekuatan sosial media” demikian yang dikatakan oleh Rosemary Melchior, bertindak mewakili pihak penyelenggara proyek.

Salah satu yang mengikuti proyek tersebut bernama Daniel Morales – seoarang gelandangan di Kota Ney York, AS – men-tweet sebuah pesan yang berbunyi kurang lebih: Ia mencari putrinya, Sarah Rivera, sambil memasang nomor telepon dan photo Sarah waktu masih berusia sekitar 16 Tahun.

Tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, dengan cepat Daniel Morales memperoleh 3.000 follower. Tidak Cuma itu seseorang yang mengaku Sarah Rivera pun menelpon. Dan itu memang benar bahwa inilah Sarah Rivera yang selama ini dicari oleh Daniel Morales sebagai putrinya yang telah terpisah sejak tahun 2000 silam. Akhirnya ayah dan anak bertemu.

Saat bertemu, Sarah telah berusia 27 tahun dan tinggal di penampungan korban kekerasan di Brooklyn bersama dua orang anaknya. Perpisahan ayah dan anak tersebut dikarenakan Sarah mengikuti ibunya pundah ke Puerto Rico.

Saya tidak akan membiarkan anak dan cucu saya pergi jauh. Terima kasih kepada sosial media (twitter)". Kata Daniel Morales yang saat bertemu dengan putrinya telah berumur 58 tahun.

Sarah Rivera – sang putri Daniel – tidak ketinggalan untuk mengungkapkan kebahagiaan hatinya: “Just to find my dad after 11 years … I don’t even know how to feel right now, I’m just very, very happy,” kata Rivera. “It’s an exciting moment.”

Info:
http://www.msnbc.msn.com/id/41783785/ns/us_news-wonderful_world/

DPR kutuk Citibank

Citibank merupakan bank asal Amerika dengan reputasi internasional, namun memakai cara kampungan yaitu pembobolan rekening para nasabahnya oleh Melinda Dee, mantan Senior Vice President Citibank Indonesia serta pembunuhan atas Irzen Octa. Bahkan Wakil Ketua Komisi XI DPR Melchias Mekeng menyebut Citibank sebagai bank internasional tidak beradab yang beroperasi di Indonesia.

"Kematian Irzen Octa adalah peristiwa memalukan di negara ini karena Citibank masih menganut sistem hutan rimba, dimana utang ditagih dengan cara kekerasan," ujar pria yang akrab disapa Melky, dalam rapat kerja dengan Bank Indonesia, Polri, dan Citibank, di DPR, Jakarta, Selasa kemarin.

Dikesempatan lain, Juru bicara Citibank, Dita Amahorsea mengatakan, Melinda Dee telah merugikan Citibank secara finansial. Melinda Dee juga telah merusak reputasi Citibank. Terkait kerugian para nasabah akaibat perbuatan Melinda Dee, Citibank menjamin akan mengganti kerugian para nasabahnya.

Kami mengganti kerugian yang dialami oleh nasabah-nasabah kami,” Kata Dita.

Ini memang sangat memalukan dan merusak citra perbankan Indonesia, Citibank yang notabene adalah bank dengan reputasi internasional memakai cara kotor. Meskipun ini mungkin hanya ulah oknum Melinda Dee, namun ini pun menunjukkan kelemahan manajemen Citibank dalam mempermak pegawainya. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution angkat bicara dengan mengatakan bahwa kasus pembobolan Citibank oleh pegawainya sendiri merupakan bukti gagalnya bank tersebut menegakkan SOP (standard operasional prosedur).

Sementara itu menurut Polri, hasil penyidikan sementara diketahui bahwa Melinda Dee telah menggelapkan dana nasabah Citibank sekitar Rp 16 miliar.

Kegeraman DPR semakin berlanjut karena, jajaran petinggi Citibank tak bisa menjelaskan kronologi tewasnya nasabah mereka, Irzen Octa dan pembobolan dana nasabah oleh Malinda Dee alias Inong Melinda saat Rapat dengar pendapat antara Komisi XI Bidang Perekonomian dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat dengan Citibank. Akibatnya rapat dengar tersebut diskors - berakhir sekitar pukul 01.00 WIB - dan dilanjutkan Jam 14.00 WIB nanti.

Anggota Komisi XI DPR RI Harry Azhar dengan nada tinggi mengatakan kekecewaannya "Saya kecewa. mereka menyepelekan kita. Bagaimana anda menjawab dengan seperti itu. Anda datang ke lembaga negara ini tanpa membawa data apapun,"

Citibank oh Citibank… kau telah membuat potret untuk wajah Indonesia saat ini!

Referensi: Kompas, Inilah, Vivanews

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menghentikan aktivitas penambang timah tradisional pada tahun 2015

Kepulauan Bangka Belitung yang memasok sekitar 30 persen timah dunia dimana, Pemerintah provinsi kepulauan tersebut berencana untuk menghentikan penambang timah tradisional skala kecil dalam empat tahun mendatang untuk memperlambat kerusakan lingkungan di provinsi kepulauan tersebut.

Pelarangan penambangan timah tradisional mungkin tidak mempengaruhi produksi timah dari Indonesia, karena produksi dari penambang besar seperti PT Timah Tbk dan PT Koba Tin akan tetap beroperasi. Demikian kata Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Maulana Ali.

Salah satu aktivitas penambangan timah skala kecil di Pulau Belitung
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Berabad-abad pertambangan timah yang tidak diatur di Kepulauan Bangka-Belitung, akibat penambangan timah ini, sangat merusak pulau-pulau tersebut. Jika anda melihat Pulau Bangka dan Pulau Belitung, maka anda bisa melihat betapa kedua pulau ini seperti wajah bopeng dimana danau kawah atau oleh masyarakat setempat disebut kolong begitu jelas sekali.

Penambangan timah tradisional semakin meluas, bahkan sekarang ini petani dan nelayan pun beralih menjadi penambang timah. Melihat kerusakan yang berakibat pada lingkungan, kita bekerja pada strategi untuk menghentikan semua penambangan tradisional pada tahun 2015. Lanjut Gubernur Eko Maulana Ali. Namun Gubernur tidak merinci langkah-langkah apa saja yang akan dilaksanakan untuk menghentikan pertambangan tradisional ini.

Data dari Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung mencatat, pertambangan timah telah telah merusak 65 persen dari 657.510 hektar total kawasan hutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebagai ganti dari pekerjaan para penambang timah tradisional tersebut Pemerintah Provinsi akan membantu penambang timah tradisional untuk beralih ke pekerjaan lain seperti di bidang pariwisata, pertanian, perikanan, perkebunan dan industri lainnya. Gubernur menambahkan.

Nah, kita lihat saja. Namun khusus untuk ganti pekerjaan para penambang timah tradisional, pemerintah harus benar-benar siap sedia untuk lapangan pekerjaan bagi para penambang timah tradisional tersebut. Sejarah telah mencatat, Pulau Bangka dan Belitung, dari dulu hingga saat ini seudah bersinonim dengan material yang bernama TIMAH. Artinya timah telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Bangka dan Belitung!!

Sebagaimana yang dilaporkan oleh Reuters untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia – khususnya masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pulau-pulau penghasil timah Indonesia: Berkah atau Kutukan?

Hari Selasa, tanggal 21 Oktober 2008 silam, reuters.com memuat artikel menarik yang berjudul “Indonesia's tin islands: blessed or cursed?” Sangat menarik sekali, bukan?

Kalau dipikir-pikir apa yang diutarakan oleh reuters tersebut cukup beralasan juga, meskipun sebenarnya ini sudah sanggat disadari oleh Negara Indonesia sendiri. Ya, siapa yang mau memungkiri bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya dalam banyak hal? Kaya akan sumber daya alam material, kekayaan panorama alam nan indah yang tanggal 17 Januari nanti akan memiliki slogan baru “Wonderful Indonesia” dan tidak lupa Indonesia juga merupakan ladang yang sangat subur bagi para KORUPTOR, Mafia Pajak dan Sejenisnya! Namun, khusus akan kekayaan alam bahan tambang, ini akan menyisakan ruang buat kita sebagai catatan tersendiri.

Yang diulas oleh reuters tersebut adalah tentang timah yang berada di Bangka Belitung. Pertambangan timah di Bangka dan Belitung telah membawa kekayaan, akan tetapi pada sisi harga! Pada sisi lain justru menimbulkan dampak kerusakan tanah dan lingkungan!


Skala dari kerusakan lingkungan di pulau Bangka dan Belitung dapat anda lihat dengan jelas dari udara, memperlihatkan pemandangan lunar ratusan kawah dan kolong-kolong asam, danau pirus yang tercipta selama berabad-abad silam sebagian besar diakibatkan dari pertambangan timah yang tidak diatur.

Upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk mengendalikan penambangan liar di pulau-pulau seperti Bangka dan Belitung telah bergema ribuan mil jauhnya oleh spooking pasar dunia untuk timah di pusat-pusat keuangan global seperti London. Perlu dicatat, ekspor timah dari Indonesia, merupakan produsen dunia terbesar kedua setelah China. Logam putih, banyak digunakan dalam kemasan makanan dan untuk solder produk elektronik.

Pemerintah Indonesia telah menyatakan akan menetapkan kuota produksi timah sebesar 100.000 ton dari 2009 dalam upaya untuk mengurangi kerusakan lingkungan di daerah tambang timah utama. Namun situasi dilapangan sering berkata lain! Ribuan operasi penambangan tradisional skala kecil dan ilegal bermunculan di akhir 1990-an saat krisis keuangan Asia menyapu bersih pekerjaan di sektor-sektor ekonomi lainnya.

Bangka dan Belitung adalah dua pulau pemain utama dalam penghasil timah di Indonesia. Jika memang timah di Bangka dan Belitung adalah berkah, tentunya para penduduk pulau-pulau ini hidup berkelimpahan. Namun faktanya, masyarakat Bangka dan Belitung hidup seolah-olah timah tidak pernah ada di tanah mereka! Mungkin juga timah di Bangka dan Belitung ini mendekati sebentuk kutukan. Akibat penambangan timah baik legal dan illegal telah meninggalkan luka yang dalam bagi tanah ini. Sepanjang sejarah penambangan timah di kedeua pulau ini telah tercipta ratusan kawah dan kolong-kolong asam serta danau pirus yang bisa membahayakan manusia kapan saja!

Kesimpulan:

Selama pihak pemerintah belum memberikan solusi tegas dan nyata atas masalah penambangan timah dan solusi yang tegas dan nyata pula atas kerusakan lingkungan akibat penambangan timah baik legal dan illegal, maka maka timah yang ada di Bangka dan Belitung ini bukan merupakan BERKAH, melainkan sebentuk KUTUKAN!

Hal diatas berlaku juga untuk daerah lain yang memiliki bahan tambang lain seperti emas dan lainnya yang aktivitasnya merusak lingkungan. Coba sedikit kita renungkan, timah yang ada di Bangka dan Belitung ini buat para penduduknya ibarat memakan Buah Simalakama!

Catatan:

1). Photo-photo saya ambil dengan Google Earth diatas Pulau Belitung beberapa waktu lalu dengan berbagai visualisasi sudut pandang mata melihat.

2). Arikel reuters: http://www.reuters.com/article/idUSTRE49K0MF20081021

Ojek Payung

Hujan turun dengan lebatnya memang bisa memberikan berkah atau rezeki pada beberapa orang. Beberapa orang tersebut itu diantaranya para ojek payung. Hari Jumat (10 Desember 2010) lalu, Kota Bogor diguyur oleh hujan yang turun dengan lebat dan derasnya.


Selama tiga hari menjelajah di Kota Bogor, tepat pada hari ke-2 yaitu hari Jumat, perjalanan saya sedikit terganggu oleh lebatnya curah hujan yang mengguyur Kota Bogor. Sekitar jam 9 pagi, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Botani Square sekalian ada janji bertemu dengan rekan. Sekitar jam 11, saya berencana untuk keluar dari ruangan Botani Square, namun langkah saya tertahan oleh hujan yang sangat lebat dan saya pun berteduh dibawah teras pintu utama Botani Square.

Dibawah teras Botani Square ini saya melihat sebuah ironi. Sekumpulan anak-anak menawarkan jasa yaitu sebagai ojek payung kepada mereka-mereka yang membutuhkan perlindungan dari hujan.


Ironi yang saya lihat adalah sekumpulan bocah-bocah - yang menurut taksiran saya – berumur antara 7 sampai 12 tahun menawarkan jasanya sebagai seorang ojek payung yang semestinya duduk di bangku sekolah. Meskipun beberapa kali dibentak dan diusir petugas keamanan Mall setempat, namun itu semua tidak memupuskan nyali mereka untuk mendapatkan Rp.3000,- per satu kali layanan.


Apakah anak-anak Ojek Payung ini merupakan salah satu potret kemiskinan negeri ini? Andaikan ini memang sebentuk ironi kemiskinan di negeri ini, namun ojek payung tetap eksis seolah-olah mengharapkan kota Bogor hujan setiap harinya agar pemasukan tetap berjalan dan bertambah.

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page Rank
eXTReMe Tracker