Showing posts with label koleksi saya. Show all posts
Showing posts with label koleksi saya. Show all posts

Prangko Peringatan ICQCC 91 Bali

Dasril Iteza - ICQCC (International Convention On Quality Control Circle) merupakan ajang dalam mendemontrasikan keberhasilan kegiatan QCC dimana tahun 2019 ini tuan rumahnya adalah Jepang, sedangkan tahun 2018 kemarin sebagai penyelenggara adalah Singapore Productivity Association (SPA), Singapura. Konvensi ini pertama kali diselenggaran di Seoul, Korea Selatan tahun 1976.

Materai tempel lama 500 (lima ratus) rupiah

Saat buka-buka lemari – dimana disini juga tersimpan barang antik Gerglek yang diatas 100 tahun itu – saya menemukan materai tempel 500 rupiah. Sepertinya materai ini tidak sempat dipergunakan, untuk akhirnya saya pungut beberapa waktu lalu saat mengunjungi kediaman ortu saya.

Materai tempel ini adalah benda cukup tua dan lumayan langka. I’m feeling lucky, dengan memiliki materai tempel 500 rupiah ini sebagai bahan koleksi. Tidak banyak memang, hanya ada 3 helai!

Bagi yang belum tahu seperti apa rupanya si materai tempel 500 rupiah, dibawah ini adalah image hasil scan dari materai tersebut. Kondisi 3 helai materai ini masih cukup baik, seperti yang anda-anda lihat pada image scan diatas.
Btw, berapa sih harga materai tempel 500 rupiah diatas? Sejujurnya saya kurang tahu. Hanya saja saat melihat lapak di tokobagus.com, telah terjual satu lembar materai jenis ini seharga Rp. 800.000,-. Luar biasa!

Uang kertas dan koin kuno tidak akan diposting lagi di Blog Dasril Iteza

Dasril Iteza - Rekan-rekan blogger serta pengunjung yang terhormat, dalam label uang kuno dan my collection yang berisi kumpulan uang kertas dan koin kuno baik milik pribadi dan paman saya TIDAK AKAN saya teruskan atau di-update lagi tentang koin dan uang kuno tersebut, karena saya telah membuat blog khusus tersendiri yang bertemakan Uang kertas dan Koin Kuno baik dalam dan luar negeri, baik yang merupakan koleksi pribadi ataupun informasi seputar tema diatas.

Koin 5 Cent Australia 1975 Echidna

Koin 5 sen pertama kali diperkenalkan dengan desimalisasi pada 14 Februari 1966. Semua keluaran pertama dari koin 5 pada tahun 1966 diproduksi di Royal Mint, London. Sejak produksi pertama dari London, Koin 5 persen telah diproduksi oleh Royal Mint Australia, Royal Mint, Llantrisant dan Royal Mint Kanada. Untuk koin 5 Cent Australia tahun 1975, seperti yang saya posting ini diproduksi sebanyak 44,3 juta oleh Royal Australian Mint (RAM). Tahun 1985 – 1985 tidak ada produksi untuk koin 5 Cent.


Pada sisi sebaliknya (reverse side) menggambarkan “Moncong (Echidna)” sedangkan sisi depannya menggambarkan Ratu Elizabeth II, sebagaimana yang terlihat dalam photo!


Spesifikasi Nominal untuk Koin 5 Cent Australia pada semua tahun keluaran adalah:
  • Komposisi : 75 % copper 25% nikel 
  • Bentuk Koin : Bulat 
  • Berat : 2,83 gram 
  • Diameter : 19,41 milimeter
Koin 5 Cent Australia 1975 Echidna merupakan koin luar negeri yang saya miliki selain Koin Singapura Twenty Cents (20 – dua puluh sen) 1988.

Awalnya koin ini saya temukan begitu saja dirumah. Mungkin saat itu dibawa oleh kakak laki-laki saya. Koin tersebut tidak terurus dan diletakkan begitu saja sampai pada akhirnya saya pungut untuk disimpan. Waktu itu saya masih kecil, dan yang terlintas dalam benak saya saat itu adalah duit yang bisa dibelikan permen, namun nyatanya tidak bisa. Puluhan tahun setelah itu, saya memperkenalkan (meskipun mungkin anda sudah tahu) bahwa saya juga memiliki Koin 5 Cent Australia 1975 Echidna, sebagai pelengkap koleksi saya akan uang lama dan koin lama serta koin dan uang kertas luar negeri.

Rujukan: http://www.ramint.gov.au/designs/ram-designs/5c.cfm

Koin Singapura Twenty Cents (20 – dua puluh sen) 1988

Komposisi untuk Koin Singapura Twenty Cents atau 20 (dua puluh sen) Tahun 1988 adalah Cupronickel atau Cupronikkel. Koin ini adalah salah satu dari beberapa koloksi saya akan koin luar negeri.

Sejujurnya, Saya belum pernah berkunjung ke Singapura dan saya mengumpulkan energi ingatan terhadap bagaiman saya bisa mendapatkan koin 20 cents ini. Hal ini sudah lama sekali, sehingga berusaha seperti apapun saya masih tidak bisa mereka-reka detail cara mendapatkan koin tersebut. Baiklah, kita lupakan itu karena yang pasti, koin ini adalah milik saya seutuhnya dan hanya satu-satunya koin dari Singapura yang saya miliki.

Membaca ulasan-ulasan di internet tengang koin Singapura, koin dari Negara Singapura pra-1985 semuanya berdesain tentang ikan (fish), dari Scorpion Fish ke Swordfish, hingga ke Seahorses. Kemudian pada tahun 1985 mereka beralih ke desain bunga. Saya tidak tahu pasti mengapa, namun konon, masa itu ni Negara Singapura sering terjadi penangkapan ikan berlebihan, reklamasi tanah, dan polusi. Pemerintah Singpura memiliki program hutan yang baik dan selalu dapat menjaga tanaman hidup bahkan dalam jumlah kecil.


Pada bagian depan koin 20 sen ini tertera perisai dengan tanda bulan sabit dan 5 bintang ditas bulan sabit tersebut. Sedangkan perisai tersebut diapit oleh Singa di bagian kiri perisai dan Harimau di bagian kanan perisai. Dan tepat dbawah perisai, Singa dan Harimau antara tulisan Tahun 1988 tertera pita yang bertuliskan “Majulah Singapura”.

Masih pada sisi depan koin, Kata “Singapura”, terukir dari empat bahasa, yang merupakan empat bahasa resmi yang dipakai oleh Negara itu ialah, Melayu, Cina, Inggris dan Tamil.


Sementara, pada sisi bagian belakang dari koin ini kita menemukan tumbuhan (namun saya tidak tahu pasti jenis tumbuhan apa) pada tengah-tengah koin, sementara diatasnya tertera tulisan yang mengikuti bulanta koin, bertuliskan “TWENTY CENTS” dan pada bagian bawahnya tertera tulisan“20”.

Pada tahun 2003 Singapura bergabung dengan daftar panjang negara-negara yang berhenti mengeluarkan koin 1 sen dan koin 5 sen dan mereka mengeluarkan koin 10 sen dan lebih tinggi denominasinya.

Uang Kertas Soekarno Rp. 5 (Lima) rupiah Tahun 1960

Melanjutkan perburuan uang kertas lama Indonesia, kali ini saya mendapatkan Uang kertas bergambar mantan Presiden Soekarno nominal Rp. 5,- (Lima) Rupiah Tahun 1960. Uang Soekarno ini saya dapatkan dari seorang teman (Sabtu, 10/12/2011) setelah terjadi permintaan yang cukup alot, meski pada akhirnya teman tersebut rela untuk memberikannya kepada saya. Dengan demikian koleksi saya terhadap uang kuno/ uang lama Indonesia semakin bertambah.

Mungkin, anda semua ada yang memilikinya atau setidaknya pernah melihatnya. Namun kalau memang belum pernah sama sekali, dalam postingan ini saya sertakan image scanning Uang Kertas Soekarno Rp. 5 (Lima) Rupiah Tahun 1960, tampak depan dan belakang.



Nomor Seri Uang Kertas Soekarno Rp. 5 (Lima) Rupiah Tahun 1960, yang telah menjadi koleksi saya tersebut adalah PHD052245, dicetak oleh Pertjetakan Kebajoran.

Koin Logam Nederlandsch Indie 1 Cent Tahun 1908

Perburuan akan uang kuno/ uang lama masih terus saya lanjutkan. Masih “bongkar-bongkar” rumah yang ada di Tanjungpandan, kali ini saya menemukan koin logam kuno Nederlandsch Indie 1 Cent Tahun 1908, hanya satu keping, namun lumayan untuk menambah koleksi uang kuno jenis koin.



Koin Nederlandsch Indie 1 Cent Tahun 1908 tersebut telah berusia 103 tahun. Satu diantara 2 koleksi koin kuno saya yang berusia lebih dari 100 tahun, dimana yang satunya lagi adalah Koin Nederlandsch Indie 2 ½ Cent tahun 1897.

© kodzan.blogspot.com

Koin Uang Logam Lama Indonesia 5 Rupiah Gambar Burung Tahun 1970

Koin Uang Logam Lama Indonesia 5 Rupiah Gambar Burung Tahun 1970 – Koin lama 5 rupiah ini penemuannya sama dengan koin 10 rupiah yang sebelumnya telah diposting. Uang koin lama Indonesia bertahun 1970, berbahan aluminium, merupakan salah satu dari sekian banyak koleksi uang lama saya.


Koin uang lama dimana sisinya bergambar seeokor burung dengan ekor panjang yang melebihi tubuh burung tersebut sedang bertengger pada salah satu cabang (mungkin juga ranting dengan penegasan nominal Rp. 5. Sedangkan sisi sebelahnya adalah tulisan Bank Indonesia dengan penegasan 5 Rupiah dan tahun keluaran, yaitu 1970!


Sedikit mengingat masa lalu, waktu kecil, uang ini masih sempat saya gunakan untuk transaksi membeli sebuah kue. Saat itu harga kue yang ingin saya beli tersebut harganya Rp. 25,- (dua puluh lima rupiah). Otomatis saya harus mengeluarkan lima keeping uang 5 rupiah tersebut untuk mencapai 25 rupiah. Itulah samar-samar yang masih bisa saya ingat tentang uang tersebut.

Kini, puluhan tahun setelah kenangan masa kecil tersebut, kembali saya bisa melihat dan memiliki uang koin 5 rupiah, meski dalam suasana sudah tidak bisa bertransaksi membeli kue dan segala macamnya!

© kodzan.blogspot.com

Koin Uang Logam Indonesia Rp. 10,- (Sepuluh) Rupiah Tahun 1979

Koin Uang Logam Indonesia Rp. 10,- (Sepuluh) Rupiah Tahun 1979 – Koin uang logam Indonesia ini adalah salah satu dari sekian banyak koleksi – baik koin uang logam maupun uang kertas kuno – saya.

 

Beberapa hari lalu (14/11/2011), saat bongkar-bongkar lemari, saya menemukan uang logam yang telah berusia cukup lama beredar, dibandingkan tahun kelahiran saya. Terdapat dua keeping koin uang logam lama Indonesia yaitu uang logam pecahan Rp. 10,- (sepuluh rupiah) dan tahun 1979 dan uang logam Rp. 5,- (lima) rupiah dengan bahan Aluminium. Khusus untuk uang logam pecahan Rp. 5,- (lima) rupiah akan dibuatkan posting tersendiri lengkap dengan photo-nya.

Sejujurnya Koin Uang Logam Indonesia Rp. 10,- (Sepuluh) Rupiah Tahun 1979 ini merupakan uang logam yang untuk pertama kalinya saya lihat. Uang logam lama dimana pada salah satu sisinya bertuliskan sebentuk pesan atau ajakan untuk menabung. Pesan tersebut ditulis pada salah satu sisi uang logam Rp. 10,- yaitu:
 
MENABUNG UNTUK MENUNJANG PEMBANGUNAN

Koleksi uang logam lama yang hanya sekeping berada pada saya, merupakan sebentuk hobi mengoleksi uang lama yang baru-baru ini saya tekuni.

Blog Dasril Iteza © kodzan.blogspot.com

Uang Logam Indonesia Rp. 100,- (Seratus Rupiah) Tipis tahun 1978

Seperti yang telah diulas pada posting sebelumnya yaitu tentang Uang logam Indonesia Rp. 100,- Tebal Tahun 1973, diantara uang logam Indonesia Rp. 100,- (seratus rupiah) ada yang tebal dengan tahun keluaran 1973 serta ada juga uang logam seratus rupiah yang lebih tipis dengan tahun keluaran 1978 dan bahwasanya yang lebih teballah yang memiliki nilai tersendiri di mata saya.


Meski demikian, mengingat hari demi hari waktu demi waktu bahwa uang logam Rp. 100,- tips juga mulai susah untuk didaptkan (kecuali kita berani bayar mahal), maka koleksi uang logam seratus rupiah tips ini perlulah dipelihara.


Saat ini jumlah yang saya kumpulkan untuk uang logam seratus rupiah tipis tersebut berjumlah 56 (lima puluh enam) keping dan pengumpulan uang logam tersebut adalah secara tidak sengaja. Biasanya saat ada kembalian waktu belanja di took-toko, maka uang tersebut saya letakkan dalam toples hingga pada postingan ini saya tulis, jumlahnya mencapai 56 keping. Jumlah yang cukup lumayan dari saya yang awal mulanya tidak berpikiran untuk mengoleksinya.

Uang Kertas 100 rupiah bergambar Perahu Pinisi dan Anak Gunung Krakatau 1992

Kekunoan uang kertas Kertas 100 (seratus) rupiah bergambar depan Perahu Pinisi dan bergambar belakang Anak Gunung Krakatau ini memang baru berumur 19 tahun (2011 – 1992).

Uang kertas seratus rupiah diatas adalah koleksi pribadi saya yang berjumlah semata wayang.


Sekitar tahun lalu, uang kertas 100 rupiah bergambar perahu pinisi dan anak gunung Krakatau ini – di daerah saya – pernah membuat cerita, pasalnya saudara saya yang mempunyai uang sejenis dengan saya dibeli oleh seorang kolektor/ pemburu uang lama atau uang yang sudah tidak laku dengan mahar tukar Rp. 300.000,-. Jumlah yang cukup kalau melihat usia kekunoan uang tersebut. Namun inilah fakta yang saya dapatkan Minggu sore kemarin (02 Oktober) saat mengunjungi rumah saudara tersebut!

Awalnya saya sendiri lupa-lupa ingat bahwa saya juga memiliki uang kertas seratus rupiah jenis ini. begitu memeriksa dompet dan memperlihatkannya kedapa saudara saya tersebut, kenyataannya bahwa uang inilah yang dia tukar dengan mahar tukar Rp. 300.000,-


Selembar uang kertas yang dikeluarkan oleh Perum Percetakan Uang RI IMP – 1992 di sudut kanan bawah uang tersbut dengan warna depan dan belakang merah. Gambar depan uang ini adalah Perahu Pinisi sedangkan gambar belakangnya adalah Anak Gunung Krakatau yang sedang menyemburkan abu vulkanik. Koleksi yang saya miliki ini memiliki nomor seri TLE238900, sebagai mana yang anda-anda semua lihat dari scan image diatas!

Uang logam Indonesia Rp. 100,- Tebal Tahun 1973

Kalau dalam uang kertas kuno Indonesia yang saya paparkan sebelumnya adalah uang kuno tersebut sebagian besar kepunyaan Pak De saya, maka dalam tulisan dalam posting kali ini merupakan koleksi saya pribadi yang telah saya kumpulkan sejak lama sekali sehingga saya lupa kapan memulai perburuan uang logam Rp. 100,- (seratus rupiah) tebal Indonesia tersebut disamping uang kertas kuno pecahan Rp. 500,-



Perburuan uang logam Rp. 100,- semuanya saya lakukan di Belitung. Meskipun sering keluar daerah, namun saya tidak pernah mendapatkan sekepingpun dari uang logam Rp. 100,- tebal tersebut.



Untuk uang logam ini sebenarnya ada 2, yaitu yang tebal sama yang tipis. Logam Rp.100,- tips saya juga memilikinya, namun uang logam teballah yang menarik perhatian saya dibandingkan uang logam Rp.100,- tipis. Ada nilai tersendiri pada uang logam tebal Rp. 100,- tersebut menurut kacamata pribadi saya!

Uang kertas kuno Indonesia 100 rupiah tahun 1984 nomor seri berurutan

Diantara beberapa koleksi uang kertas kuno Indonesia atau setidaknya uang kertas Indonesia yang sudah berusia cukup tua milik saya adalah 5 (lima) lembar uang kertas Rp. 100,- (seratus rupiah). Gambar depan untuk uang kertas tersebut adalah seekor burung dalam bahasa Latinnya Goura Victoria sedangkan gambar belakangnya adalah Bendungan Tangga Asahan.


Yang menarik dari lima lembar koleksi uang kertas lama ini adalah nomor serinya. Kelima uang kertas ini memiliki nomor seri yang saling berurutan, yaitu dari nomor seri BUL158291 hingga BUL158295, sebagaimana yang kalian lihat pada hasil scan diatas.

Koin uang logam kuno Indonesia Nederlandsch Indie 2 ½ Cent tahun 1897 dan tahun 1945

Diantara semua koleksi uang logam kuno nan antik milik saya, hanyalah Koin logam kuno antik Nederlandsch Indie tahun 1897 inilah yang paling tua usianya. Sekeping Koin logam kuno yang sudah cukup tua usianya yaitu 114 tahun (2011 – 1897 = 114).

Jujur saja saya tidak begitu banyak tahu tentang koin Nederlandsch Indie 2 ½ Cent Tahun 1897 ini. yang pasti koin ini saya temukan dirumah saya. Awalnya saya tidak begitu mempedulikan koin kuno ini, hanya saja yang terpikir oleh saya saat itu adalah “ini adalah uang logam kuno” atau “ini adalah koin logam yang langka dan sangat jarang ditemukan!” Hanya itu. Hingga pada akhirnya saya memiliki blog dan mempostingnya disini dan yang sekarang ini dibaca dan dilihat oleh anda semua.

Mungkin juga anda semua sudah pernah melihat bagaimana bentuk uang koin logam kuno – pada sisi pertama – yang bertuliskan melingkar: Nederlandsch Indie 2 ½ Cent Tahun 1897, bergambarkan mahkota yang dijunjung oleh singa. Sedangkan sisilainnya adalah bertuliskan aksara Arab atau huruf arab atau mungkin juga sebentuk penggalan Ayat Suci Al-Quran yang dilingkari dengan tulisan atau (mungkin) aksara Jawa. Yang ada pada saya hanyalah satu keping. Saya juga memiliki Koin logam kuno antik Nederlandsch Indie 2 ½ Cent, namun tahun 1945 sebanyak 2 (dua) keping. Sama seperti koin logam kuno 1897 diatas, yang tahun 1945 ini juga tidak begitu banyak yang saya ketahui.

Namun jika memang belum ada diantara kalian semua yang belum pernah melihatnya, dibawah ini adalah photo dari koin logam kuno Nederlandsch Indie 2 ½ Cent Tahun 1897 tersebut:


Tampak Depan Nederlandsch Indie 2 ½ Cent Tahun 1897


Tampak Belakang Nederlandsch Indie 2 ½ Cent Tahun 1897

Dan seperti gambar dibawah inilah rupanya koin logam kuno Nederlandsch Indie 2 ½ Cent Tahun 1945.


Tiga keping koin logam tua yang pasti sarat sejarah dan penuh makna. Apalagi, benda-benda diatas sangat sukar untuk ditemukan. Kalaupun ada, mungkin anda mesti mengeluarkan rupiah dalam jumlah yang tidak sedikit. Tergantung kesepakatan dalam penawaran.

Hubungi Saya

Name

Email *

Message *

Page Rank
eXTReMe Tracker